6 Langkah merubah Hobby jadi rejeki
Menyambung posting saya sebelumnya, setelah kembali ke Jakarta saya coba merenungkan hasil obrolan saya dengan pemilik Cafe di Bandung tersebut.
Saya coba merangkum dan menyimpulkan apa yang mereka kerjakan hingga mampu merubah Hobby mereka menjadi rejeki yang tidak bisa dibilang sedikit.
Kira-kira ada 6 langkah yang mereka kerjakan, antara lain :
1. Fokus pada apa yang diinginkan
Benar-benar fokus dan tau apa yang diinginkan. Bahasa iklannya “Ku Tahu Yang Kumau”. Lalu pilih Hobby yang benar-benar disukai, cari tahu, pelajari dan temukan cara merubah Hobby itu menjadi rejeki. Jangan memilih Hobby yang sederhana. Bermimpi jangan tanggung-tanggung. Toh mimpi itu gratis. Hanya fokus pada apa yang diinginkan. Urusan pendapatan jadi urusan kedua. Misalnya, keinginannya adalah “memiliki Cafe yang terbaik di Bandung”. Maka fokuslah pada bagaimana mewujudkan sebuah Cafe yang terbaik di Bandung. Insya Allah jika Cafenya yang terbaik, tentunya rejeki akan mengalir dengan sendirinya.
Jangan lupa lakukan dengan senang hati. Pokoknya Fun deh…
2. Kreatif
Jika sudah memilih Hobby yang akan dirubah menjadi rejeki, tapi tidak tahu bagaimana caranya, mulailah berpikir “Out Of Box”. Cari kelebihan-kelebihan yang kita miliki yang sedikit orang memilikinya. Cari apa yang orang lain belum lakukan. Di Bandung saya banyak melihat anak-anak muda yang berpikir Out Of The Box. Contohnya ketika ramai orang membuka Factory Outlet, tiba-tiba ada anak Bandung yang bikin Outlet di dalam Bus berjalan. Edan…!
3. Sabar, jangan pengen buru-buru kaya
Di dunia ini jarang ada yang Instant kecuali “Mie”. Jadi lakukan saja prosesnya dengan tekun, disiplin, dan senang hati.
4. Pasar ada di sekitarmu
Bingung cari pelanggan? jangan bingung. Jadkan orang-orang terdekat sebagai pelanggan utama. Siapa? Ayah, ibu, adik, kakak, tante, paman, pacar, teman dekat, dsb, dsb.
Percayalah, mereka bisa menjadi marketing gratisan jika mereka suka dengan produk kita.
5. Berlatih-berlatih-berlatih
Tingkatkan kemampuan dengan terus berlatih, terus belajar, terus cari informasi. Pengetahuan berkembang, jaman berkembang. Jangan sampai ketinggalan jaman.
6. Cari Testimoni
Kalau pelanggan suka, minta mereka membuat testimoni. Hal ini sudah dilakukan oara pedagang Minang sejak puluhan tahun lalu. Ingat dengan jargon “Jika anda puas, beritahu teman. Jika anda kecewa, beritahu kami” ? Itu namanya ngumpulin Testimoni.
Nah, begitu kira-kira rahasia Sukses yang saya simpulkan berdasarkan pengalaman teman saya pemilik Cafe di Bandung.
Semoga bermanfaat…
Incoming search terms for the article:
- hoby jadi usaha
- hobby jadi bisnis
- hobby yang jadi usaha
- mengubah hobi menjadi usaha
- 20 Bisnis IT dari Hobi Menjadi Rejeki
- hooby jadi hasil
- langkah buka factory outlet
- rejeki
- temukan hobby
- hobies menjadi usaha
Related posts:
- Hobby bisa jadi Rejeki Saya baru saja kembali dari Bandung dalam upaya melebarkan jaringan...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Comments (10)




Di dunia ini jarang ada yang Instant kecuali “Mie”.. sekarang ada juga kopi instan mas…. he….
nice post… kunjungan balik mas… salam kenal, sukses selalu buat anda…
@Wahyudi: Yup, Kopi dan Mie memang teman setia ha ha… Terima kasih kunjungannya mas
Di tambah lagi 1 thiar..
Berdoa.hehehe
O iya, salam kenal ya?
Semoga sukses dengan bisnisnya, dan terima kasih atas informasinya. Salam kenal
oke sob…infona
http://nagapasha.blogspot.com
terima ksh sdh berkomentar di http://gilangardya.blogspot.com
setuju..
untuk mendapatkan sesuatu mesti ada usaha
bener tenen………….heheheheh
weleh weleh..i tunggu tips slanjutnya… sukses kang Thiar
Artikel yang bagus dan ringan mas..i luv it..really..jika ada waktu ke Surabaya..senang saya bisa meluangkan waktu menemui mas..sekedar menikmati kopi dan suasana surabaya..kita tahu, “dari secangkir kopi,banyak ide-ide hebat muncul..” Sukses selalu..
Jabat erat,
-Avie-