4
2011
Sedekah Gak Ikhlas ? Boleh Lageee !
ShareMendengar kata sedekah, biasanya yang terbayang dibenak kita adalah pecahan uang seribu rupiah, lima ribu tupiah, paling top lima puluh ribu rupiah. Bener gak ? Jangan malu-malu mari kita ambil suara, nada dasar C dan teriakkan : Beneeeer… he he…
Kenapa begitu? karena kita sudah terbiasa hidup dengan paradigma : “Biar sedikit yang penting ikhlas!”. Kalimat sakti yang selalu melindungi malasnya kita sedekah ini kembali saya dengar kemarin siang ketika seorang kerabat menyiapkan recehan untuk mengisi amplop ang pao nya (he he Gong Xi Fa Chai dulu ah…)
Mendengar alasan kerabat ini saya hanya tersenyum. Saya jadi teringat dengan bincang-bincang saya dengan Bapak Riawan Amin (mantan CEO Bank Muamalat) ditemani oleh Ustadz Fajrie (direktur Muamalat Institute), Gunawan Paggaru (Sutradara) serta Embie C.Noer (Tokoh Budaya) dalam obrolan santai sambil menikmati martabak telor dan secangkir kopi di sore yang mendung setahun yang lalu. (cieee…).
Ketika itu Bapak Riawan Amin dan Ustadz Fajrie menyampaikan pentingnya Sedekah dan betapa Sedekah bisa menjadi solusi untuk mengatasi kemiskinan bangsa ini.
Saat itu saya berkomentar bahwa Sedekah adalah ibadah yang paling sulit dijalankan. “Karena pake Syarat sih Pak. Kudu IKHLAS!” kata saya. “Padahal udah jelas sedekah banyak-banyak mah susah ikhlas nya. Nanti udah keluar duit, gak dapet pahala pula. Dobel ruginya” sambung saya lagi sambil cengar-cengir.
Komentar saya disambut Gunawan Paggaru “Bener pak. Kalo sedekah 5000 sih ikhlas. 10.000 juga ikhlas. Tapi begitu 100 ribu lumayan geterrr juga pak” kami semua tertawa mendengarnya. Lalu dengan santai Pak Riawan Amin bertanya “Yang bilang Sedekah Musti Ikhlas itu siapa ?” Nah Lho ! saya, Gunawan dan Embie kontan saling pandang bingung kayak orang bego…
“Lagian, siapa yang bisa mengukur keihkhlasan seseorang?” sambung Pak Riawan Amin lagi. Dan… kuliah Sedekah pun dimulai he he…
Bergantian Pak Riawan Amin dan Ustadz Fajrie menyampaikan teori sedekah yang sungguh membuka kesadaran baru buat saya dan teman-teman yang hadir saat itu.
Dipikir-pikir bener juga. Yang menilai ikhlas gak ikhlas itu kan hak prerogatif Allah. Lagipula sedekah itu kan sama dengan menolong orang yang sedang membutuhkan. Artinya sedekah jelas merupakan perbuatan yang punya nilai kebaikan. Dan yang namanya kebaikan pasti ada pahalanya. Anggaplah saat bersedekah itu kita tidak ikhlas. Tapi kan sedekah yang kita berikan pasti tetap memberi manfaat bagi yang menerimanya. Kalaupun sedekahnya tidak mendapat pahala karena tidak ikhlas, kan masih ada cadangan amal ibadah karena sudah membantu orang yang membutuhkan. Itung-itungannya gini deh..
Misalnya kita cuma ikhlas memberi sedekah sebesar 10.000 perak. Padahal kemampuan kita sebenarnya bisa memberi sedekah 500.000 perak. Ya udah, kasih aja 500.000 perak. Yang 10.000 perak dapet pahala karena ikhlas, yang 490.000 perak sisanya dapet pahala karena memberi pertolongan yang bermanfaat. Tetep untung kan ? Hayaaa jadi itung-itungan gini yah he he…
Itung-itungan sama Allah ? Boleh kok. Kan Allah sendiri yang membuka peluang ummatnya untuk itung-itungan. Coba simak janji Allah berikut ini :
“Barang siapa berbuat kebaikan, mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya.
Dan barang siapa berbuat kejahatan, dibalas seimbang dengan kejahatannya
(QS. 6 Al An’am : 160)
Atau yang satu ini :
Perumpamaan orang yang menginfaqkan hartanya di jalan ALLAH
seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai,
pada setiap tangkai ada seratus biji…”
(QS. 2 Al-Baqarah : 261)
Jelas kan, Allah sendiri sudah menjanjikan kepada ummatnya dengan format itung-itungan yang jelas. Jadi gak masalah kalau kita mau itung-itungan dengan Allah. Gak masalah juga kalau kita ber-pamrih kepada Allah. Yang jangan itu pamrih sama orang
Kalimat “Biar sedikit yang penting ikhlas” ternyata sudah menjebak kita untuk menjadi ummat yang egois. Bahkan saat sedekahpun kita masih memikirkan diri sendiri. Biar sedikit, yang penting ikhlas dan kita dapat pahala. Hanya pahala untuk kita yang kita pikirkan, bukannya kepentingan orang yang kita beri sedekah. Padahal sedekah 500.000 perak jelas lebih bermanfaat bagi sipenerima ketimbang duit 10rebu ! Cuma gara-gara takut tidak dapat pahala kita malah batal menolong orang.
Padahal gak kurang-kurang Ustadz Yusuf Mansyur bercerita tentang dahsyatnya sedekah lengkap dengan testimoni jamaah nya yang sudah merasakan manfaat langsung dari sedekah.
Pak Riawan Amin sendiri menyampaikan salah satu rahasia sukses dirinya dalam menyelamatkan Bank Muamalat adalah Sedekah. Bagaimana Bank yang dulu nyaris bangkrut itu mampu bangkit bahkan mampu mencetak laba besar setahun kemudian. Jika biasanya orang membayar sedekah disaat sudah untung, Pak Riawan Amin justru “memaksa” Bank Muamalat untuk membayar zakat disaat rugi.
“Allah menjanjikan minimal 10 kali lipat dari sedekah. Jadi kalau tahun depan mau untung, ya bayar sedekah 10% dari target!” begitu yang beliau sampaikan ketika itu. Dan kenyataannya memang Muamalat berhasil bangkit.
Konsep ini menurut saya sangat menarik. Karena umumnya kita memang selalu menyisihkan sedikit keuntungan kita untuk sedekah. Kenapa tidak dibalik ? Jadikan sedekah sebagai setoran awal.
jadi, jangan tunggu punya duit baru sedekah. Justru sedekah supaya punya duit.
Jangan tunggu kaya baru sedekah. Justru sedakah supaya kaya.
Saya tidak akan menyampaikan apa saja manfaat sedekah. karena saya yakin anda semua sudah tahu. Kan dari SD juga udah diajarin oleh guru agama kita disekolah.
Yang ingin saya sampaikan adalah, mari kita rubah kalimat “Biar sedikit yang penting ikhlas” menjadi “Biar Gak Ikhlas yang penting banyak !”
Sejenak saya bersyukur sudah hadir dalam obrolan ngopi sore itu. Obrolan yang menambah keyakinan saya pada janji-jani Sang Pemilik Kehidupan. Dari obrolan itu juga yang kemudian membuat saya tertarik membaca buku “7 Keajaiban Rejeki” karya Ipho Santosa dan buku “Ternyata Sedekah nggak harus Ikhlas” karya Marah Adil. Dan tentunya seabreg buku-buku Yusuf Mansyur.
Bukannya mau promosi karena saya juga toh tidak kenal secara pribadi dengan mereka. Tapi hanya sekedar berbagi bahwa buku-buku itu sangat indah untuk dibaca.
Jadi, mulai sekarang mari kita bersedekah dengan prinsip : “Biar Gak Ikhlas yang penting banyak!” .
Salam Ajaib
karena selalu ada keajaiban setiap hari
Incoming search terms:
- sedekah
- sedekah tidak harus ikhlas
- sedekah ikhlas
- sedekah yang ikhlas
- sedekah tidak ikhlas
- 8 prinsip dasar wirausaha ust mansur
- sedekah gak ikhlas
- pentingnya sedekah dengan ikhlas
- keuntungan sedekah
- sedekah gak itungan

An article by Thiar









Nah, baru pulang Sholat Jumat kan ? hayooo barusan apa yang dimasukin ke kotak amal? yang gambarnya pattimura, Tjut Nyak Dien, I Gusti Ngurah Rai atau Soekarno Hatta ? he he
mantab ulasannya….
memang harus dilatih untuk maksakan diri bozz
“Biar Banyak Yang Penting IKHLAS”
nah sekarang gimana caranya biar mengkayakan orang lain..
kalo ane masukinnya gambar angklung…. hehe
not good to imitate. . hehehehe ^_^
hehehehe juga deh
Note yang sangat indah unt dibaca
seperti secangkir kopi dipagi hari…sgt inspiratif.
Terima kasih Bu Fatimah. Penggemar kopi juga rupanya
Kongsi sama sama antara kita sama bangsa
Artikelnyab bagus buat dibaca dan nambah nambah pengetahuan juga
Terima kasih atas infonya
Keep posting yaaa
terima kasih
Biar Banyak Yang Penting Ikhlas
Yang bagus memang begitu. Tapi daripada gara-gara kurang ikhlas malah gak jadi sedekah, ya mending sedekah aja lah gak usah mikirin ikhlas atau gak ikhlas
seeeppp.. bener banget, pak Ippho Santosa juga mengatakan hal yang sama di Bukunya 7 Rahasia Keajaiban Rejeki. yang perlu diperhatikan saat sedekah antara lain:
tidak boleh ditunda
tidak boleh dikurangi jumlahnya
harus istiqomah
mau ditempat sepi ato di tempat rame ndak masalah, yang penting sedekah
ada beberapa lagi, sedang loading.. agag lupa saya.. hihi..
wah mantap gan, ane juga merasakan manfaat sedekah..:D
saya pernah ngeliat 2 orang penjual koran yang masih kira2 berumur 7 tahunan yg kehujanan dan akhirnya ga jadi jualan korannya karena hujan terpaksa mereka berteduh sampai hujan berhenti…saya lihat gurat kesedihan di muka mereka…yang mau berusaha tanpa menjadi pengemis…saya rasa itu yg bagus di kasih sedekah..
hahah . / /
info menarik sekali
yah harus ikhlas dong, biar pahalanya berlipat ganda… amin
sangat luar biasa,, memang banyak sekali fadilah dan keajaiban tentang sedekah.. coba liat juga Penelitian Tentang sedekah
semoga kita semua menjadi orang yang ahli sedekah amin…
ok jg ulasan nya ,,
ya boleh yang pentingkan sedekah hhhhhhhh
buat nambah amal kita yyyyyyyyyy