<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Thiar Thea &#187; Motivasi bisnis</title>
	<atom:link href="http://thiarthea.com/category/motivasi-bisnis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thiarthea.com</link>
	<description>journey to the temple of the king</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Jul 2010 03:12:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Luna Maya vs Infotainment</title>
		<link>http://thiarthea.com/luna-maya-vs-infotainment</link>
		<comments>http://thiarthea.com/luna-maya-vs-infotainment#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 15:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thiar Thea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Gossip]]></category>
		<category><![CDATA[Infotainment]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thiarthea.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari terakhir ini acara TV dipenuhi dengan berita tentang kasus Luna Maya vs Infotainment. Membosankan. Tapi mau gimana lagi, pindah channel beritanya tetep sama. Terpaksa ikutan nonton. Lama-lama kok ya seru juga Apalagi pas bagian testimoni artis-artis lain yang berkesan ‘cari aman’ dengan pernyataan bahwa artis sangat bergantung pada ‘belas kasihan’ infotainment. Terlihat sekali [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://thiarthea.com/wp-content/uploads/2010/01/lunamaya.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-205" style="border: 5px solid black; margin: 5px;" title="lunamaya" src="http://thiarthea.com/wp-content/uploads/2010/01/lunamaya-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Beberapa hari terakhir ini acara TV dipenuhi dengan berita tentang kasus <strong>Luna Maya vs Infotainment</strong>. Membosankan. Tapi mau gimana lagi, pindah channel beritanya tetep sama. Terpaksa ikutan nonton. Lama-lama kok ya seru juga <img src='http://thiarthea.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apalagi pas bagian testimoni artis-artis lain yang berkesan ‘cari aman’ dengan pernyataan bahwa artis sangat bergantung pada ‘belas kasihan’ infotainment. Terlihat sekali betapa Infotainment punya kekuasaan demikian tinggi dalam mengatur kehidupan seorang artis.</p>
<p>Sebenarnya seingat saya kasus perseteruan antara artis dengan wartawan gossip seperti ini sudah berkali-kali terjadi sejak jaman dahulu kala (waduh!). Bahkan kalau gak salah ada yang sempat sampai pukul-pukulan, merusak kamera milik wartawan atau minimal cuma teriak-teriak doank. Dan ujung-ujungnya selalu si artis yang harus terpaksa minta maaf gak perduli  siapa yang benar dan siapa yang salah.<br />
<span id="more-143"></span><br />
Bagaimana tidak? dalam dunia hiburan Infotainment adalah pemilik Monopoli berita yang sangat kuat. Dan karena kompaknya para wartawan gossip ini, jadi bisa dibilang ini sebuah model Monopoli Berjamaah yang sukses.</p>
<p>Infotainment mampu membentuk <em>Brand</em> seseorang, dan sebaliknya Infotainment juga mampu membunuh sebuah <em>Brand</em>. Hebat kan ?</p>
<p>Eits! tunggu dulu. Apa iya media infotainment masih segitu kuatnya ?</p>
<p>Di era <em>new wave marketing</em> sekarang ini terjadi pergeseran yang sangat signifikan.</p>
<p>Jika dulu artis yang berseteru dengan Infotainment tidak punya peluang untuk membela diri karena infotainment sudah menguasai seluruh Channel TV hingga pemirsa tidak mampu lagi membedakan mana berita benar dan mana berita bohong, sekarang tidak bisa begitu lagi.</p>
<p>Kembali ke kasus <strong>Luna Maya</strong>, kalau iseng liat di Google  justru rating Luna Maya malah naik. Bahkan di facebook sudah ada group yang membela Luna Maya dengan lebih dari 10.000 pendukung. Dan sepertinya angka itu akan terus bertambah. Menariknya, banyak juga para jurnalis yang justru berpihak pada Luna Maya. Nah Lo!</p>
<p>Walaupun kasus <strong>Luna Maya vs Infotainment</strong> ini belum selesai,  tapi ini merupakan bukti bahwa era satu arah yang biasa dilakukan infotainment sudah tidak sakti lagi.</p>
<p>Meski para pengusaha Infotainment ini ramai-ramai ikutan bikin website, tapi tetap saja mereka harus berhadapan dengan begitu banyaknya pesaing. Bukan hanya seratus dua ratus pesaing, tapi Infotainment harus berhadapan dengan jutaan member facebook, ribuan Bloggers dan ribuan milis. Setiap individu sudah bisa begitu bebas menyampaikan pendapat.</p>
<p>Artinya, para wartawan gossip sudah tidak bisa lagi cengeng dimana mereka begitu bebas meng-obrak-abrik kehidupan orang lain, tapi disaat si korban melawan langsung lari terbirit-birit sambil teriak-teriak dibalik jargon kebebasan pers.</p>
<p>Di era serba <em><strong>Connect</strong></em> sekarang ini untuk meruntuhkan <em>Brand</em> tidak segampang dulu lagi. Disaat sebuah opini publik dibangun dengan berita-berita penuh bumbu, seketika komunitas lain menandingi dengan opini yang berbeda.</p>
<p>Yang paling baik dilakukan adalah membangun <em>Brand </em>dengan jujur tanpa dibumbui sensasi. Karena disaat kebohongan terbuka, maka <em>Brand</em> ini akan hancur dengan sendirinya. Dan terbongkarnya kebohongan di era Online ini sangat cepat sekali terjadi.</p>
<p>Artis tidak perlu lagi takut dengan wartawan Gossip selama dia sungguh-sungguh berkarya dan terus membangun karakter positif hingga mampu menghasilkan komunitas yang kuat dan setia.</p>
<p>Infotainment tidak bisa lagi arogan dengan menganggap artis sangat bergantung pada mereka, karena sekarang tanpa merekapun jika memang artis ini punya karakter yang kuat dan punya komunitas yang setia maka artis tersebut akan tetap melaju ketingkat popularitas.</p>
<p>Yang terjadi adalah saling ketergantungan diantara artis dan infotainment. Jadi ketimbang saling arogan, saling berseteru, saling merasa penting, lebih baik berkolaborasi menghasilkan komoditi yang bisa diserap pasar.</p>
<p>Dan ujung-ujungnya kita sebagai pemirsa juga semakin nyaman karena tidak lagi dijejali dengan gossip-gossip murahan yang gak guna.</p>
<p>Saya bukan penggemar Luna Maya, dan saya juga bukan orang yang doyan nonton infotainment. Tapi belajar dari kasus Luna Maya, harus kita sadari bahwa saat ini untuk meningkatkan popularitas sebuah <em>Brand</em> gak perlu lagi mahal-mahal pake infotainment. Media Internet bisa menjadi alternatif yang sangat powerfull. Kalau kata Hermawan Kertajaya, <strong>Low Budget High Impact !</strong></p>
<p><a href="http://duniakotakajaib.com" target="_blank"><strong>Salam Ajaib</strong></a><br />
karena selalu ada keajaiban setiap hari</p>
<p>?</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thiarthea.com/luna-maya-vs-infotainment/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>New Wave Marketing = Spiritual Marketing</title>
		<link>http://thiarthea.com/spiritualmark</link>
		<comments>http://thiarthea.com/spiritualmark#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 01:12:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thiar Thea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[Bloggers @ MarkPlus Conference 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thiarthea.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Sekelumit oleh-oleh dari MarkPlus Conference 2010 Krisis besar yang melanda dunia ekonomi pada tahun 2008-2009 sesungguhnya merupakan bentuk lain dari keruntuhan era kapitalisme.  Hal ini diperkuat oleh Jeffrey Immelt CEO ari General Electric (GE) yang mengatakan bahwa badai krisis yang dilalui telah menyadarkan perusahaan bahwa praktek bisnis secara fundamental harus di format ulang. Bahwa praktek-praktek [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Sekelumit oleh-oleh dari MarkPlus Conference 2010</strong></em></p>
<p><a href="http://thiarthea.com/wp-content/uploads/2010/01/markplus2010.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-238" style="border: 5px solid white; margin: 5px;" title="hermawan" src="http://thiarthea.com/wp-content/uploads/2010/01/markplus2010-150x150.jpg" alt="markplus" width="150" height="150" /></a>Krisis besar yang melanda dunia ekonomi pada tahun 2008-2009 sesungguhnya merupakan bentuk lain dari keruntuhan era kapitalisme.  Hal ini diperkuat oleh <em>Jeffrey Immelt</em> CEO ari General Electric (GE) yang mengatakan bahwa badai krisis yang dilalui telah menyadarkan perusahaan bahwa praktek bisnis secara fundamental harus di format ulang.</p>
<p>Bahwa praktek-praktek yang berlandaskan nilai-nilai dan prinsip yang lebih etis sangat penting untuk dikemukakan dalam menyambut kedatangan “<em>New World Economic Order</em>” mendatang.</p>
<p>Dalam gelombang krisis 2008-2009 dimana dunia bisnis sangat penuh dengan etika bisnis yang compang-camping, sangat terasa bahwa <strong>kejujuran</strong> merupakan “resources” yang semakin langka bagi perusahaan. Godaan untuk melakukan bisnis secara tidak jujur sedemikian kuat hingga tak banyak perusahaan yang mampu melakukannya.</p>
<p><span id="more-133"></span><br />
Apa artinya? artinya bahwa sebenarnya nilai kejujuran yang mulai langka itu sangat bisa untuk di leverage menjadi sebuah komponen penting agar unggul dalam persaingan. Bukankah secara teori ekonomi bahwa jika ada perusahaan yang mampu melakukan sesuatu yang sulit dilakukan oleh perusahaan lain, maka ia akan memiliki daya saing yang kuat? Tidak hanya kuat. Tapi Sustainable dalam jangka panjang.</p>
<p>Dalam paparannya Hermawan Kertajaya menyampaikan bahwa dalam tahun mendatang sangat penting bagi perusahaan membongkar ulang visi misi perusahaannya dan menambahkan satu lagi komponen yaitu : NILAI SPIRITUAL.</p>
<p>Mengapa? karena untuk meraih pelanggan di tahun mendatang tidak cukup lagi hanya dengan menyentuh kebutuhan fisik mereka. Tapi juga harus menyentuh MIND, HEART, dan SPIRIT. Hal ini untuk lebih mendekatkan  produk dengan pelanggannya.</p>
<p>Jika suatu produk mampu menyentuh pikiran (mind) kemudian disukai secara emosional, maka pelanggan ini bukan hanya setia membeli, tapi juga akan menjadi agen yang merekomendasikan produk ini pada orang lain. Kekuatan ini akan lebih bertambah saat nilai spititual yang ditawarkan oleh sebuah produk akhirnya berubah menjadi fanatisme akan produk.</p>
<p>Diawali dengan <strong>Visi-Misi</strong> yang jelas, kemudian <strong>membangun karakter </strong>produk yang sarat dengan nilai (<em>value based</em>) dilanjutkan dengan terus menerus mendengarkan keinginan pelanggan sebagai perangkat <strong>self-controlling</strong> yang ditindak lanjuti dengan perbaikan secara terus menerus serta didukung dengan fasilitas social network yang semakin popular sebagai perangkat <strong>strategic collaboration</strong> tentunya akan menghasilkan sebuah gelombang fanatisme akan produk itu sendiri.</p>
<p>Kalau sudah begitu, perusahaan tinggal melakukan <strong>Total Action </strong>dalam setiap langkah bisnisnya dan menjadi raja di era new economic mendatang.</p>
<p>Sebenarnya hal ini sama sekali bukan barang baru. Beberapa tahun lalu ide perusahaan berbasis spiritual telah santer didengungkan lewat berbagai buku seperti <em>Mega Trend 2000</em>, <em>Corporate Mystic, Good To Great</em>. Di Indonesia sendiri sempat beredar buku Best Seller: <strong>ESQ</strong> yang diikuti dengan rangkaian training fenomenalnya juga sangat gencar mendengungkan ide Spiritual era ini.</p>
<p>Namun entah mengapa tahun 2008/2009 justru banyak perusahaan yang meninggalkan nilai-nilai spiritual dan mengedepankan praktek-praktek kapitalisme. Bahkan perusahaan yang semula sudah berbasis nilai-nilai spiritualpun turut bergeser menjadi &#8220;agak&#8221; kapitalis. Tak pelak gelombang <a href="http://thiarthea.com/phk-siapa-takut">PHK</a> pun kembali melanda.</p>
<p>Dalam MarkPlus Conference 2010 ini kembali Hermawan Kertajaya mengajak para pelaku bisnis Indonesia untuk melakukan pergeseran mendasar dalam pola bisnis terutama Marketingnya.</p>
<p>Perusahaan harus bertransformasi dari <em>Intelektual (marketing 1.0) </em>menuju <em>emosional (marketing 2.0) </em>dan akhirnya  ke <em>human spirit (marketing 3.0)</em>.</p>
<p>Dikatakannya bahwa sehebat apapun strategi bisnis yang dijalankan, secanggih apapun perangkat yang dimiliki, semuanya tidak akan ada gunanya kalau tidak dilandasi nilai-nilai spiritualitas yang kokoh.</p>
<p>Jadi ternyata Marketing 3.0 = Spiritual Marketing</p>
<p><a href="http://thiarthea.com"><strong>Salam Ajaib</strong></a><br />
<em>karena selalu ada keajaiban setiap hari</em></p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thiarthea.com/spiritualmark/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Michael Jackson ramaikan MarkPlus Conference 2010</title>
		<link>http://thiarthea.com/michael-jackson-ramaikan-markplus-conference-2010</link>
		<comments>http://thiarthea.com/michael-jackson-ramaikan-markplus-conference-2010#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 16:19:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thiar Thea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bloggers @ MarkPlus Conference 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thiarthea.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Ditengah acara pembacaan para legenda Marketing oleh Hermawan Kertajaya, tiba-tiba lampu dipadamkan. Lalu terdengar Intro lagu mulai dimainkan. Dan muncul lah… Adam Jackson! Adam Jackson tampil dalam acara pemberian anugrah kepada Michael Jackson sebagai legenda Marketing yang telah tiada. Tahun ini MarkPlus memberikan penghargaan dan penghormatan kepada 4 orang legenda Marketing yang berpulang ke Rahmatullah [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://thiarthea.com/wp-content/uploads/2010/01/michael-jackson.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-208" style="border: 5px solid black; margin: 5px;" title="michael-jackson" src="http://thiarthea.com/wp-content/uploads/2010/01/michael-jackson-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Ditengah acara pembacaan para legenda Marketing oleh Hermawan Kertajaya, tiba-tiba lampu dipadamkan. Lalu terdengar Intro lagu mulai dimainkan. Dan muncul lah… Adam Jackson!</p>
<p>Adam Jackson tampil dalam acara pemberian anugrah kepada Michael Jackson sebagai legenda Marketing yang telah tiada.</p>
<p>Tahun ini MarkPlus memberikan penghargaan dan penghormatan kepada 4 orang legenda Marketing yang berpulang ke Rahmatullah di tahun 2009. Mereka adalah : Timothy McKay (Holchim) yang tewas saat tragedy Bom JW Mariot, Angky Camaro (Otomotif), Mbah Surip (Artis) dan tentu saja The King Of Pop Michael Jackson yang diwakili oleh Adam Jackson <img src='http://thiarthea.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-125"></span><br />
Sebelumnya Hermawan Kertajaya sempat memberikan penghargaan kepada 18 Marketing Champion dari berbagai kategori, dengan juaranya adalah Dirut Garuda Indonesia.</p>
<p>Dalam MarkPlus Conference kali ini, Hermawan Kertajaya mengawali presentasinya dengan sedikit me-review ramalan / prediksi tahun lalu saat MarkPlus Conference 2009 yang ternyata terbukti benar.</p>
<p>Pada Tahun 2010, nanti Hermawan menyatakan bahwa iklim usaha di Indonesia akan cerah. Moga-moga aja ramalannya kali ini juga akan terwujud ya.</p>
<p>Disampaikan juga bahwa jika ingin menang dalam pertandingan Bisnis Tahun depan, maka produsen harus mampu membidik 3 Segmen market Utama, yaitu : Youth, Women dan Netizer.</p>
<p>Youth (anak muda) harus dijadikan target market karena anak muda sekarang sudah mampu menjadi penentu pasar. Mereka bukan lagi generasi yang tergantung pada orang tuanya. Namun justru dalah hal pasar, saat ini orang tua yang mengikuti tren anak-anaknya. Dengan demikian jika suatu produk digemari oleh anak muda, besar kemungkinan orang tuanya juga akan mengikuti.</p>
<p>Women, adalah mahluk yang sangat Multi Peran. Mereka bisa  berperan sebagai diri sendiri, Istri, Ibu, Teman, Pekerja dan lain sebagainya. Luar biasanya berbagai peran itu dimainkan semuanya.</p>
<p>Kelebihan lain dari pasar wanita adalah, para wanita merupakan mahluk sosial yang sangat peduli pada orang lain. Saat berbelanja, mereka tidak hanya memikirkan dirinya, tapi juga memikirkan suaminya, anaknya, dan orang-orang terdekatnya.</p>
<p>Sementara para Netizer adalah pasar yang sangat cocok dibidik oleh para produsen Gadget.</p>
<p>Secara keseluruhan, acara ini bisa dikatakan Rami luar biasa. Ball Room Ritz Carlton yang besar itu banar-benar dipenuhi pengunjung sampai padat. Hermawan Kertajaya sempat meng-klaim bahwa peserta hari ini berjumlah 4500 orang. weeeeee….. duit semuat tuh pak he he…</p>
<p>Acara yang megah meriah ini dikemas cukup bagus meski multimedia nyangkut atau slide terlambat muncul menjadi pemandangan rutin sepanjang pagi sampai sore.</p>
<p>Seusai Break, acara dilanjutkan di tempat yang terpisah-pisah. Ballroom besar ini tiba-tiba di bagi menjadi 4 ruangan berbeda. Sekali lagi saya beri acungan jempol untuk banquet crew Ritz Carlton. Gileeee kerjanya cepet juga. Padahal itu settingan bener-bener di acak-acak. Hebat deh.</p>
<p>Masalahnya kemudian saya jadi bingung mau nonton yang mana. akhirnya saya putuskan untuk menyaksikan presentai NOKIA tentang fasilitas <a href="http://nokia.co.id/SUARAKANAKSIMU">http://nokia.co.id/SUARAKANAKSIMU</a>,</p>
<p>Intinya, saya asli bingung mau ikutan yang mana. Setelah coba-coba masuk di beberapa kelas, akhirnya pukul 5 sore saya putuskan untuk pulang saja. Padahal acara masih berlanjut hingga pukul 10 malam. Tapi ya sudah lah…</p>
<p>Kayaknya yang menariknya udah abis. Jadi ya pulang aja lah… Bye bye…</p>
<p>Salam Ajaib</p>
<p>karena selalu ada keajaiban setiap hari</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thiarthea.com/michael-jackson-ramaikan-markplus-conference-2010/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadi Haji Setiap Hari</title>
		<link>http://thiarthea.com/jadi-haji-setiap-hari</link>
		<comments>http://thiarthea.com/jadi-haji-setiap-hari#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 15:43:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thiar Thea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thiarthea.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Kisah Nabi Ibrahim yang hampir menyembelih anaknya kembali saya dengar diceritakan Khotib saat Shalat Ied. Dan kisah ini lagi-lagi saya dengar ketika Sholat Jum’at di Masjid dekat rumah mertua saya. Sebuah kisah luar biasa yang meski berulang-ulang didengar tapi tak pernah basi. Kenapa? karena selalu saja ada makna-makna baru yang terungkap. Saat kembali kerumah di [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://thiarthea.com/wp-content/uploads/2010/01/haji.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-233" style="border: 5px solid white; margin: 5px;" title="haji" src="http://thiarthea.com/wp-content/uploads/2010/01/haji-150x150.jpg" alt="bisnis haji" width="150" height="150" /></a>Kisah Nabi Ibrahim yang hampir menyembelih anaknya kembali saya dengar diceritakan Khotib saat Shalat Ied. Dan kisah ini lagi-lagi saya dengar ketika Sholat Jum’at di Masjid dekat rumah mertua saya.</p>
<p>Sebuah kisah luar biasa yang meski berulang-ulang didengar tapi tak pernah basi. Kenapa? karena selalu saja ada makna-makna baru yang terungkap.</p>
<p>Saat kembali kerumah di sore hari, saat istri dan anak-anak saya tertidur kelelahan saya justru termenung sendiri mengingat kembali kisah yang sehari dua kali ini saya dengar.<br />
<span id="more-89"></span></p>
<p>Tiba-tiba saya teringat dengan ucapan <a href="http://esqway165.com" target="_blank"><strong>Guru</strong></a> saya tentang Haji yang begitu melekat dalam hati saya.</p>
<p>Sang Guru pernah berkata bahwa peristiwa Haji adalah cara Allah memberi pelajaran tentang hidup kepada ummat manusia. Bahwa didalam ritual Haji terkandung makna yang begitu dalam, yang jika dipahami dengan benar dapat dijadikan sebagai pedoman  menjalani berbagai aspek dalam kehidupan.</p>
<p>Rukun Haji yang dimulai dengan <em>Ihram, Wuquf, Thawaf, Sa’I, Tahalul dan Tertib</em> seringkali diterjemahkan sebagai Cikal Bakal PDCA (Plan-Do-Check-Action) oleh Sang Guru.</p>
<p>Mengenang ujar-ujaran beliau, saya ingin berbagi makna terutama pada teman-teman saya yang sedang diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk mulai membangun bisnisnya sendiri dengan peristiwa <a href="http://thiarthea.com/phk-siapa-takut">PHK</a> besar-besaran yang baru saja mereka alami.</p>
<p>Untuk memulai sebuah bisnis, ada baiknya kita menengok sejenak pada peristiwa Haji yang baru saja diselesaikan oleh saudara-saudara kita di Arab sana. Saya tidak akan membahas tentang rukun Hajinya, namun lebih kepada peristiwanya.</p>
<p>Apa saja sih peristiwanya ?</p>
<p><strong>1. Ihram</strong><br />
Ihram adalah sebuah peristiwa dimana para jamaah Haji harus menanggalkan segala yang dimilikinya diganti dengan lembaran kain putih yang menutupi tubuh.</p>
<p>Sebelum memulai bisnis, sebaiknya kita juga meluruskan niat kita dengan selurus-lurusnya. Buang segala kemarahan akibat PHK dan persepsi-persepsi buruk lainnya.  Niatkan bahwa bisnis yang akan dibangun ini adalah sebuah bisnis yang akan bermanfaat bagi orang banyak.</p>
<p><strong>2. Wuquf</strong><br />
Rencanakan dengan matang langkah-langkah yang akan diambil. Antisipasi berbagai resiko yang mungkin akan muncul. Sambil tentunya terus berdo’a memohon Ridho Allah.</p>
<p><strong>3. Lempar Jumroh</strong><br />
Teliti kelemahan strategi yang telah kita bangun. Bandingkan dengan kompetitor. Cari perbedaan yang bisa dijadikan nilai tambah dari bisnis yang akan dibangun.</p>
<p><strong>4. Thawaf</strong><br />
Jalankan semua yang telah direncanakan dengan integritas tinggi. Fokus, jangan mudah pindah kelain hati sebelum tujuan tercapai.</p>
<p>Dalam kegiatan Thawaf sendiri ada peristiwa lain yang cukup menarik. Yaitu Hajr Aswad. Jutaan Jamaah Haji berusaha keras untuk bisa mencium Batu Istimewa tersebut. Mencium Hajr Aswad tidak wajib. Tapi tetap menjadi hal yang menarik untuk didapat sebagai Bonus Haji.</p>
<p>Jika para jamaah haji ini rela bersaing dengan jutaan jamaah lain, seharusnya dalam menjalankan bisnis, kita juga harus siap bertarung dengan para kompetitor untuk memenangkan persaingan.</p>
<p><strong>5. Sa’i</strong><br />
Terus berlari tidak perduli segala hambatan merintangi. Bekerja keras, jalankan semua strategi yang telah disusun. Insya Allah, pada akhirnya akan muncul…</p>
<p><strong>6. Air Zam Zam</strong>, sebuah lambang kesuksesan.</p>
<p>Teman-teman&#8230; jangan pernah berputus asa. Jadikan peristiwa yang tidak menyenangkan ini sebagai pemicu untuk memulai sebuah langkah penting menuju kehidupan yang lebih baik.</p>
<p>Akhirnya, Selamat Hari Raya Idul Adha.</p>
<p><a href="http://thiarthea.com"><strong>Salam Ajaib</strong></a><br />
<em>karena selalu ada keajaiban setiap hari</em></p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thiarthea.com/jadi-haji-setiap-hari/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A brand without character is nothing</title>
		<link>http://thiarthea.com/a-brand-without-character-is-nothing</link>
		<comments>http://thiarthea.com/a-brand-without-character-is-nothing#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 16:55:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thiar Thea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bloggers @ MarkPlus Conference 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thiarthea.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Kehadiran social network seperti facebook dan twitter  sudah begitu kuat merambah dalam kehidupan kita sekarang ini. Bahkan nyaris menjadi sebuah ketergantungan. Membangun sebuah komunitas saat ini bisa dilakukan dengan sangat cepat. Bahkan banyak yang mampu mengumpulkan member komunitasnya hingga ribuan orang hanya dalam waktu yang relatif sangat singkat. Dalam tulisannya yang berjudul Brand Tidak Ada [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_85" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-85" title="body" src="http://thiarthea.com/wp-content/uploads/2010/01/body-150x150.jpg" alt="character" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">character</p></div>
<p>Kehadiran social network seperti facebook dan twitter  sudah begitu kuat merambah dalam kehidupan kita sekarang ini. Bahkan nyaris menjadi sebuah ketergantungan.</p>
<p>Membangun sebuah komunitas saat ini bisa dilakukan dengan sangat cepat. Bahkan banyak yang mampu mengumpulkan member komunitasnya hingga ribuan orang hanya dalam waktu yang relatif sangat singkat.</p>
<p>Dalam tulisannya yang berjudul <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/11/10/08440591/brand.tidak.ada.gunanya.tanpa.karakter." target="_blank">Brand Tidak Ada Gunanya Tanpa Karakter</a>, Pak Hermawan Kertajaya sempat menyampaikan ramalan Andy Warhol seorang artis legendaris di tahun 1968 yang mengatakan :”Di masa depan, semua orang akan menjadi terkenal dalam 15 menit”.</p>
<p><span id="more-84"></span></p>
<p>Sepertinya ramalan Andy Warhol mulai terbukti. Saat ini banyak orang yang mendadak terkenal melalui facebook hanya dalam waktu beberapa menit saja. Walaupun banyak yang langsung terlupakan beberapa hari kemudian. Gampang terkenal, gampang pula tenggelam.</p>
<p>Untuk itulah dalam tulisannya Pak Hermawan menyampaikan bahwa saat ini yang penting bukan lagi hanya Brand-Building. Tapi Character Building.</p>
<p>Agar ketenaran sebuah brand bisa bertahan, seorang marketer harus mampu membangun karakter yang baik dan manusiawi.</p>
<p>Masalahnya, bagaimana cara membangun karkater dari Brand? seakan kita harus “<em>me-manusiakan</em>” Brand tersebut.</p>
<p>Menurut Josephson Institute, ada enam dasar karakter yang baik dari seorang manusia; <em>truthfulness, respect, responsibility, fairness, care</em>, dan <em>citizenship</em><em>.</em></p>
<p>Sementara Bapak Ary Ginanjar dari ESQ Leadership Center juga pernah menyampaikan bahwa untuk menjadi manusia yang baik harus memiliki 7 Nilai yang disebut dengan 7 Budi Utama yaitu: <em>Jujur, Tanggung Jawab, Visoner, Disiplin, Kerjasama , Adil, Peduli.</em></p>
<p>Artinya sebuah Brand harus benar-benar jujur menampilkan sosoknya. Fitur dan fasilitas yang diterima pasar harus sesuai dengan dijanjikan. Harus mampu memanfaatkan teknologi sebagaimana yang dilakukan Nike+. Juga harus mempunya nilai-nilai kebersamaan yang dapat menjadi kebanggaan sebuah komunitas serta tentunya penuh dengan manfaat.</p>
<p>Bukan kerja yang mudah. Meski fasilitas Online mampu memberikan kemudahan dalam membangun sebuah karakter, namun sebaliknya jika  tidak mampu memenuhi nilai-nilai ke-manusiaan tadi, maka fasilitas onlinepun akan dengan mudah membunuh karakter yang telah dibangun dengan susah payah.</p>
<p>Akhirnya, “A brand, without character, is nothing”</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thiarthea.com/a-brand-without-character-is-nothing/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PHK ? Siapa Takut ?!</title>
		<link>http://thiarthea.com/phk-siapa-takut</link>
		<comments>http://thiarthea.com/phk-siapa-takut#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 02:44:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thiar Thea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[better life]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thiarthea.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Beberara hari yang lalu saya didatangi seorang teman lama yang baru saja terkena PHK. Dengan wajah yang kusut persis cucian kotor dia menyampaikan keinginannya untuk bekerja di perusahaan saya. Sejenak saya pandangi wajah teman saya itu. Benar-benar bukan seperti dia yang saya kenal dulu. &#8220;Coy, bukannya lu itu marketing handal?&#8221; tanya saya dengan penuh penasaran [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_60" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-60" title="road to success" src="http://thiarthea.com/wp-content/uploads/2009/11/success-150x150.jpg" alt="road to success" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">road to success</p></div>
<p>Beberara hari yang lalu saya didatangi seorang teman lama yang baru saja terkena PHK. Dengan wajah yang kusut persis <em>cucian kotor</em> dia menyampaikan keinginannya untuk bekerja di perusahaan saya.</p>
<p>Sejenak saya pandangi wajah teman saya itu. Benar-benar bukan seperti dia yang saya kenal dulu.</p>
<p>&#8220;Coy, bukannya lu itu marketing handal?&#8221; tanya saya dengan penuh penasaran melihat keputus asaan teman saya ini.</p>
<p>&#8220;Marketing doank kaleeee. Kagak pake handal&#8230;&#8221;. Saya tertawa kecil mendengar jawabannya sekedar untuk mencairkan suasana. Saya tahu, yang dia inginkan adalah pekerjaan. Bukan segudang wejangan. Kalo salah ngomong dia bisa tambah terpuruk nantinya.</p>
<p><span id="more-59"></span></p>
<p>&#8220;Klien lu ada berapa sih? nyampe gak 10 klien&#8221; tanya saya sambil menyeruput kopi hangat saya.</p>
<p>&#8220;Ada lah. Emang kenapa?&#8217;</p>
<p>&#8220;Biasanya lu deal transaksi berapaan sama mereka?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya, diatas 100 jutaan sih. Ngapain si lu nanya-nanya yang begituan. Ada kerjaan gak nih buat gue?&#8221; tuh kan, mulai sewot deh dia.</p>
<p>&#8220;Kalo misalnya lu masukin proposal untuk project kecil-kecilan ya sekitar 10 jutaan gitu, kira-kira bisa tembus gak?&#8221; tanya saya lebih hati-hati.</p>
<p>&#8220;Insya Allah bisa lah kalo cuman segitu sih. Asal projectnya jelas aja&#8221; naaah&#8230; matanya mulai ada cahayanya tuh.</p>
<p>Selanjutnya saya jelaskan, daripada dia bingung cari kerjaan, kenapa gak bangun bisnis Marketing Agency aja. Potensinya jelas ada. Yang harus dilakukan hanya mengumpulkan beberapa teman lagi supaya teamnya tambah solid. Sepanjang penjelasan saya tampak dia mulai terpengaruh walau terlihat sekali semangatnya sangat rendah.</p>
<p>&#8220;Iya sih, cuman kan musti ada projectnya boss. Minimal ada event lah yang buat dibiayai. Nah, gue gak ngerti soal event&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalo soal Event mah lu serahin gue aja. <a href="http://duniakotakajaib.com" target="_blank">Kotak Ajaib</a> kan gudangnya event ha ha&#8230;&#8221; Dia mulai semangat. Selanjutnya kami berdiskusi event apa yang akan dia garap terlebih dahulu. tambah semangat lagi waktu saya bilang dia akan dapat 20% dari nilai sponsorship ha ha&#8230;</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Kejadian diatas sedang ramai-ramainya saat ini. PHK menjadi Surat Putus Cinta yang menyakitkan. Layaknya orang Putus Cinta, langsung deh jadi murung, badan meriang, tak bersemangat. Padahal, seharusnya PHK bisa dijadikan langkah baru dalam menuju kesuksesan.</p>
<p>Dari hasil bincang-bincang dengan teman saya tadi, saya menarik kesimpulan ada beberapa TIPs yang bisa dipakai untuk keluar dari Trauma PHK. Apa Aja itu ? lanjut coooy&#8230;.</p>
<p><strong><a href="http://thiarthea.com/senyum-membawa-berkah">1. Be Positive</a></strong><br />
Umumnya saat menerima PHK kita cenderung marah pada perusahaan. Wajar sih, tapi jangan berlarut-larut. Perusahaan melakukan PHK pasti ada alasannya. Belajarlah menerima keadaan. Jangan menyalahkan keadaan. Apalagi terus-menerus menceritakan kebobrokan perusahaan (lewat facebook pula ha ha&#8230;). Percuma. Karena setiap kali kita menceritakan hal buruk, maka keburukan juga yang akan mendatangi kita. Tanpa sadar kita telah mengumpulkan Energi Negatif. Rugi toh&#8230;?</p>
<p>Yakinlah Allah tidak akan membiarkan ummatnya kepalaran !</p>
<p><strong>2. Ingat, Anda Masih Punya Gaji</strong><br />
Uang Pesangon sama saja dengan Gaji yang dibayar dimuka. Jika Uang Pesangon yang didapat adalah sebesar 3 Kali Gaji, artinya anda sudah digaji sampai 3 bulan mendatang. Pergunakan sebaik-baiknya seperti biasanya saat anda masih bekerja. Jika mau cari kerja lagi, berarti anda punya kesempatan selama 3 bulan untuk cari kerja. Kalau mau memulai Bisnis, anda punya kesempatan 3 bulan untuk mempersiapkannya. Berdasarkan pengalaman, untuk mencari kerja atau memulai bisnis, biasanya kita perlu waktu minimal 2 bulan. Jadi kalau pesangon anda lebih dari 2 bulan, Insya Allah aman. Kalau gak sampe ? ya berhemat lah supaya cukup untuk hidup 2 bulan.</p>
<p><strong>3. Manfaatkan Pesangon dengan Bijak</strong><br />
Mau Bisnis? Bagus Itu ! tapi ingat, seperti pada poin 2 diatas bahwa baik untuk cari kerja maupun untuk memulai bisnis diperlukan waktu paling tidak 2 bulan. Jadi, kalau mau menggunakan uang pesangon sebagai modal bisnis, jangan nekat-nekat amat. Pastikan dulu anda punya simpanan untuk biaya hidup selama 2 bulan. Nah, sisanya boleh deh dipakai untuk modal. Makin banyak dana cadangan anda, makin aman hidup anda.</p>
<p><strong><a href="http://thiarthea.com/6-langkah-merubah-hobby-jadi-rejeki">4. Be Yourself</a></strong><br />
Jangan silau dengan kesuksesan orang lain. Jangan mentang-mentang ada cerita bahwa Walt Disney sukses besar bisnis wahana bemain, lantas anda ikut-ikutan bikin wahana bermain juga. Atau gara-gara menyaksikan seorang motivator yang bisa sukses hanya dalam waktu singkat, lantas anda latah ikut-ikutan bikin bisnis training motifasi juga. Ya belom tentuuuuu&#8230;.</p>
<p>Mulailah menggali apa saja potensi dalam diri anda. Jangan-jangan anda seorang penyanyi dengan suara emas. Tapi selama ini cuma dilampiaskan di kamar mandi saja. Kenapa gak coba di salurkan di kamar rekaman ?</p>
<p><strong>5. Pilih Bisnis dengan Modal Terjangkau</strong><br />
Hati-hati, jangan belom-belom anda sudah terbelit hutang gara-gara nekat jalanin bisnis dengan modal besar. Banyak kok bisnis yang modalnya kecil. Salah satunya adalah Bisnis Online.</p>
<p>Anda lihat kotak-kotak iklan di kanan BLOG ini ? sedikitnya ada 3 pilihan Bisnis Online yang bisa anda jalankan dengan modal yang murah meriah.</p>
<p>Tapi jangan buru-buru ikutan dulu. Pelajari dengan teliti. Apalagi banyak orang bilang Bisnis Online itu bohong. Kalau menurut saya? sama sekali tidak bohong tapi juga sama sekali tidak mudah.</p>
<p>Jika dijalankan dengan serius tidak menutup kemungkinan anda bisa dapat ratusan ribu per hari dari bisnis online ini.</p>
<p>Bagaimana dengan saya ? Jujur saja, saya tidak menjalankan bisnis online ini dengan serius. Tentu hasilnya juga tidak serius. Ya cukuplah untuk bayar Bensin dan Tol saya setiap hari. Saya jalankan bisnis ini hanya untuk sambilan saja. Terkadang hanya saya jalankan 1 &#8211; 2 hari saja per bulannya. Wong bisnis betulan saya kan di <a href="http://duniakotakajaib.com" target="_blank">Kotak Ajaib</a> he he..</p>
<p>Artinya, gak serius aja bisa dapet duit. Apalagi serius. Ye gak cooy&#8230;.</p>
<p>Hanya itu tadi. Jangan buru-buru ikutan. Luangkan waktu anda 2 jam sehari selama seminggu untuk mempelajari berbagai produk bisnis online yang ada. Mulailah dengan 3 pilihan yang ada di sebelah kanan halaman ini <img src='http://thiarthea.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau pilihan anda sudah mantap, GO! GO! GO! FIGHT! FIGHT! FIGHT! WIN! WIN! WIN! ha ha&#8230; jadi inget masa lalu <img src='http://thiarthea.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Begitulah teman-teman, 5 Tips dari saya.</p>
<p>Intinya, jangan pernah menyerah. PHK bukan akhir dari segalanya.</p>
<p>PHK ? SIAPA TAKUT ?</p>
<p><a href="http://thiarthea.com"><strong>Salam Ajaib</strong></a><br />
karena selalu ada keajaiban setiap hari</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thiarthea.com/phk-siapa-takut/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Sukses Kutahu Yang Kumau</title>
		<link>http://thiarthea.com/rahasia-sukses-kutahu-yang-kumau</link>
		<comments>http://thiarthea.com/rahasia-sukses-kutahu-yang-kumau#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 03:15:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thiar Thea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[better life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thiarthea.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Pernah suatu ketika saya mendapatkan kontrak untuk pengerjaan Video Profile dari sebuah perusahaan Alarm yang cukup besar. Supaya gak buta-buta amat dan terlihat agak lebih profesional (cieee&#8230;) saya mulai mempelajari profil dan produk-produk mereka melalui Brosur dan Web Site perusahaan mereka. Akhirnya sampailah pada waktunya saya diundang untuk berdiskusi mengenai project ini yang akan dihadiri [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://thiarthea.com/konten-blog-anda-yang-pertama' rel='bookmark' title='Permanent Link: Konten Blog Anda yang Pertama'>Konten Blog Anda yang Pertama</a> <small>Horeeee&#8230; sekarang anda udah punya Blog sendiri. Blog yang mudah-mudahan...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah suatu ketika saya mendapatkan kontrak untuk pengerjaan Video Profile dari sebuah perusahaan Alarm yang cukup besar. Supaya gak buta-buta amat dan terlihat agak lebih profesional (cieee&#8230;) saya mulai mempelajari profil dan produk-produk mereka melalui Brosur dan Web Site perusahaan mereka.</p>
<p><span id="more-54"></span></p>
<p>Akhirnya sampailah pada waktunya saya diundang untuk berdiskusi mengenai project ini yang akan dihadiri langsung oleh President Director nya.</p>
<p>Acara diskusi dimulai dengan obrolan ringan sekedar basa-basi. Alhamdulillah pengetahuan singkat yang saya dapat dari brosur dan website mereka cukup membuat pembicaraan ringan kami nyambung dan akrab.</p>
<p>Disela-sela obrolan, dengan santai saya mengajukan pertanyaan Standard : &#8220;Sebenarnya, Video Profile seperti apa sih yang Bapak inginkan &#8220;.</p>
<p>Sederhana ?. Tapi apa yang terjadi? Sang Boss besar tidak mampu menjawab pertanyaan tersebut. Dengan wajah yang terlihat agak bingung, si Boss hanya menjawab &#8220;Ya yang bagus&#8221;.</p>
<p>Untung saja pertanyaan ini saya ajukan disaat santai dan dalam suasana santai yang masih penuh ha ha hi hi. Coba kalau pertanyaan ini saya ajukan saat diskusi resmi. Jangan-jangan si Boss malah tersinggung. Dan project pun pasti melayang.</p>
<p>Buru-buru saya mencairkan suasana dengan menjawab &#8220;Iya donk pak, Insya Allah&#8230;&#8221; sambil tidak lupa cengengesan&#8230;</p>
<p>Kejadian seperti diatas tidak sekali dua kali saya alami. Banyak para klien yang tidak mampu menjelaskan keinginan mereka secara gamblang. Itulah sebabnya setiap ada project seperti ini selalu saja ada sesi research, wawancara dengan staff, dengan pelanggan dsb.. dsb&#8230; dsb&#8230; yang memakan waktu tidak sebentar. Baru dari sana kita bisa tahu apa sebenarnya yang diinginkan dan apa kendalanya.</p>
<p>Dan ternyata bukan hanya para klien, rata-rata kita memang sulit untuk menjelaskan apa yang kita inginkan.</p>
<p>Pertanyaan sederhana &#8220;Apa yang Kamu Mau?&#8221; sangat sulit dijawab bahkan oleh istri dan sahabat-sahabat saya.</p>
<p>Tapi coba kalau pertanyaannya dirubah menjadi : &#8220;Apa yang kamu tidak suka?&#8221; pasti jawabannya lancar&#8230; panjaaang&#8230; banyaaaak&#8230; ha ha</p>
<p>Memang begitulah rata-rata kita termasuk saya. Kita selalu tau apa yang tidak kita suka. Apa yang kita tidak mau. Apa yang kita benci.</p>
<p>Padahal bukankah rasa tidak suka, tidak ingin, benci ini adalah <a href="http://thiarthea.com/senyum-membawa-berkah">pikiran negatif?</a> pikiran yang akan menghambat semua <a href="http://thiarthea.com/hobby-bisa-jadi-rejeki">kreatifitas </a>kita ?</p>
<p>Padahal katanya kalau mau hidup ini indah, kita harus selalu <a href="http://thiarthea.com/senyum-membawa-berkah">berpikir positif</a>. Lah&#8230; gimana mau berpikir positif kalau yang ada dipikiran isinya cuma yang negatif nya doank?</p>
<p>Lantas gimana caranya supaya kita tahu apa yang kita mau ? ternyata gampang sekali. Dengan logika matematika sederhana pertanyaan ini bisa dijawab. Maksudnya adalah :</p>
<blockquote><p>Jika saya tahu apa yang <strong>saya tidak mau</strong>, maka seharusnya saya tahu apa yang <strong>saya mau</strong>.</p></blockquote>
<p>So, gimana donk. Ayo kita lakukan besama-sama. Ambil pulpen, ambil kertas, bikin dua kolom.</p>
<p>Kolom kiri, tulis semua daftar apa saja yang kita tidak mau.</p>
<p>Misalnya : Saya tidak mau miskin, saya tidak mau sakit, saya tidak mau masuk neraka, dst, dst, dst</p>
<p>Nah, kolom yang sebelah kanan, tulis semua lawan dari kolom kiri.</p>
<p>Misalnya:<br />
Saya tidak mau miskin. &gt;&lt; Saya mau kaya<br />
Saya tidak mau Sakit. &gt;&lt; Saya mau Sehat<br />
Saya tidak mau masuk neraka &gt;&lt; Saya mau masuk sorga</p>
<p>Nah, ketemu kan? sekarang yang harus kita lakukan adalah fokus pada apa yang kita mau. Niscaya yang selalu ada dipikiran kita adalah pikiran-pikiran positif</p>
<p>So, mau sukses ? Harus Tau Yang Kumau !</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<p><a href="http://thiarthea.com"><strong>Salam Ajaib</strong></a><br />
<em>karena selalu ada keajaiban setia hari</em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://thiarthea.com/konten-blog-anda-yang-pertama' rel='bookmark' title='Permanent Link: Konten Blog Anda yang Pertama'>Konten Blog Anda yang Pertama</a> <small>Horeeee&#8230; sekarang anda udah punya Blog sendiri. Blog yang mudah-mudahan...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thiarthea.com/rahasia-sukses-kutahu-yang-kumau/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Senyum membawa berkah</title>
		<link>http://thiarthea.com/senyum-membawa-berkah</link>
		<comments>http://thiarthea.com/senyum-membawa-berkah#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 02:32:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thiar Thea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[better life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thiarthea.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda mengalami kejadian apes yang beruntun dalam sehari ? misalnya, baru bangun tidur ketika turun dari tempat tidur langsung kepeleset sampai jatuh. Ketika mau mandi air macet, saat mau sarapan kopi habis, berangkat ke kantor jalanan macet luar biasa, sampai di kantor dimarahin boss karena terlambat, telepon klien udah disamber orang lain, prospek lain [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_69" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-69" title="Senyum" src="http://thiarthea.com/wp-content/uploads/2009/10/Senyum-150x150.jpg" alt="senyum bawa rejeki" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">senyum bawa rejeki</p></div>
<p>Pernahkah anda mengalami kejadian apes yang beruntun dalam sehari ? misalnya, baru bangun tidur ketika turun dari tempat tidur langsung kepeleset sampai jatuh. Ketika mau mandi air macet, saat mau sarapan kopi habis, berangkat ke kantor jalanan macet luar biasa, sampai di kantor dimarahin boss karena terlambat, telepon klien udah disamber orang lain, prospek lain mengundurkan diri, pas pulang ban mobil bocor, hujan lebat pula. Asli apes gak abis-abis.</p>
<p><span id="more-47"></span></p>
<p>Pernah mengalami ? saya pernah !<br />
Walaupun jalan ceritanya gak seapes contoh di atas. Tapi lumayan mirip dan menyebalkan.</p>
<p>Tapi sebaliknya, pernahkah anda mengalami kejadian yang luar biasa indahnya dimulai sejak bangun tidur. Dimana ketika itu anda terbangun karena putri anda yang baru berusia 4 tahun mencium pipi anda sambari membelai kepala anda.</p>
<p>Selesai mandi, sarapan sudah terhidang lengkap dengan kopi panas yang harum. Saat berangkat ke kantor anda berangkat dengan diiringi lambaian tangan istri dan putrid anda.</p>
<p>Dijalan, segalanya menjadi lancar. Bahkan Traffic Light pun seolah berpihak pada anda. Selalu berwarna Hijau !</p>
<p>Sesampai di kantor, Klien telepon menyatakan siap untuk tanda tangan kontrak, Sorenya Boss menyampaikan selamat dan memberi Bonus liburan gratis ke Singapore. Mantaaap !</p>
<p>Pernah mengalami ? saya juga pernah. Walau lagi-lagi jalan ceritanya gak gitu-gitu amat. Tapi soal Bangun tidur sampe Traffic Light nya beneran tuh, Kalo soal bonus mah nggak lah. Wong saya kerja sendiri, gak punya Boss <img src='http://thiarthea.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apa yang bisa dipetik dari cerita diatas ?</p>
<p>Bahwa ternyata jalan hidup kita sangat dipengaruhi oleh kondisi pikiran kita.  Disaat pikiran kita peuh dengan hal-hal negatif, maka jalan hidup kita seharian itu penuh dengan kejadian negatif.</p>
<p>Sebaliknya saat kita memulai hidup dipagi hari dengan pikiran positif, maka hidup kitapun dipenuhi dengan kejadian-kejadian pistif. Sampai-sampai Traffic Light pun berpihak pada kita.</p>
<p>Saya ingat ada seorang ustadz yang menyampaikan bahwa dalam Al-Quran Allah pernah berkata bahwa : “Aku sesuai dengan persangkaan umat ku” (kira-kira begitulah kalimatnya …)</p>
<p>Jika buruk persangkaannya jadi buruklah dia. Jika Baik, maka akan baik jugalah hasilnya. Bukankah Ayat tersebut bercerita tentang besarnya pengaruh Pikiran terhadap kehidupan kita ?</p>
<p>Artinya, kalau mau hidup enak, harus berpikir positip. Sederhana sekali kan ?</p>
<p>Masalahnya gimana caranya bisa berpikir positip ? Jawabannya sederhana juga. Sesuai dengan cerita diatas, segalanya pasti dimulai saat bangun tidur.</p>
<p>Marilah kita memulai hari dengan berpikir positif. Saat membuka mata, jangan buru-buru bangun. Sisihkan waktu untuk mensyukuri nikmat yang telah dikaruniakan Allah pada kita. Gak usah jauh-jauh, bersyukur lah kita masih bisa bangun. Gimana kalau nyawa kita di cabut saat kita sedang tidur ? waaak…</p>
<p>Lantas, coba ingat-ingat kejadian indah kemarin dari pagi sampai saat kita mau tidur semalam. Cari yang indah-indahnya aja. Kalau susah, cari yang lucu-lucu nya. Mungkin kejadian dengan teman-teman kantor? atau tingkah putri kita yang masih kecil. Pokoknya yang lucu-lucu. Ingat-ingat sampai kita tersenyum.</p>
<p>Kalau sudah tersenyum, baru kita bangun dan memulai segala aktifitas. Insya Allah, seharian kita akan bertemu kejadian serba indah yang membuat kita terus tersenyum.</p>
<p>Jadi…</p>
<p>sudahkah anda bersyukur pagi ini ?</p>
<p>sudahkah anda tersenyum ?</p>
<p><a href="http://thiarthea.com"><strong>Salam Ajaib</strong></a><br />
<em>Karena selalu ada keajaiban setiap hari</em></p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thiarthea.com/senyum-membawa-berkah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>6 Langkah merubah Hobby jadi rejeki</title>
		<link>http://thiarthea.com/6-langkah-merubah-hobby-jadi-rejeki</link>
		<comments>http://thiarthea.com/6-langkah-merubah-hobby-jadi-rejeki#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 00:33:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thiar Thea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[hobby]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thiarthea.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Menyambung posting saya sebelumnya, setelah kembali ke Jakarta saya coba merenungkan hasil obrolan saya dengan pemilik Cafe di Bandung tersebut. Saya coba merangkum dan menyimpulkan apa yang mereka kerjakan hingga mampu merubah Hobby mereka menjadi rejeki yang tidak bisa dibilang sedikit. Kira-kira ada 6 langkah yang mereka kerjakan, antara lain : 1. Fokus pada apa [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://thiarthea.com/hobby-bisa-jadi-rejeki' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hobby bisa jadi Rejeki'>Hobby bisa jadi Rejeki</a> <small>Saya baru saja kembali dari Bandung dalam upaya melebarkan jaringan...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyambung posting saya sebelumnya, setelah kembali ke Jakarta saya coba merenungkan hasil obrolan saya dengan pemilik Cafe di Bandung tersebut.</p>
<p>Saya coba merangkum dan menyimpulkan apa yang mereka kerjakan hingga mampu merubah Hobby mereka menjadi rejeki yang tidak bisa dibilang sedikit.</p>
<p><span id="more-43"></span></p>
<p>Kira-kira ada 6 langkah yang mereka kerjakan, antara lain :</p>
<p><strong>1. Fokus pada apa yang diinginkan</strong></p>
<p>Benar-benar fokus dan tau apa yang diinginkan. Bahasa iklannya &#8220;Ku Tahu Yang Kumau&#8221;. Lalu pilih Hobby yang benar-benar disukai, cari tahu, pelajari dan temukan cara merubah Hobby itu menjadi rejeki. Jangan memilih Hobby yang sederhana. Bermimpi jangan tanggung-tanggung. Toh mimpi itu gratis. Hanya fokus pada apa yang diinginkan. Urusan pendapatan jadi urusan kedua. Misalnya, keinginannya adalah &#8220;memiliki Cafe yang terbaik di Bandung&#8221;. Maka fokuslah pada bagaimana mewujudkan sebuah Cafe yang terbaik di Bandung. Insya Allah jika Cafenya yang terbaik, tentunya rejeki akan mengalir dengan sendirinya.</p>
<p>Jangan lupa lakukan dengan senang hati. Pokoknya Fun deh&#8230;</p>
<p><strong>2. Kreatif</strong></p>
<p>Jika sudah memilih Hobby yang akan dirubah menjadi rejeki, tapi tidak tahu bagaimana caranya, mulailah berpikir &#8220;Out Of Box&#8221;. Cari kelebihan-kelebihan yang kita miliki yang sedikit orang memilikinya. Cari apa yang orang lain belum lakukan. Di Bandung saya banyak melihat anak-anak muda yang berpikir Out Of The Box. Contohnya ketika ramai orang membuka Factory Outlet, tiba-tiba ada anak Bandung yang bikin Outlet di dalam Bus berjalan. Edan&#8230;!</p>
<p><strong>3. Sabar, jangan pengen buru-buru kaya</strong></p>
<p>Di dunia ini jarang ada yang Instant kecuali &#8220;Mie&#8221;. Jadi lakukan saja prosesnya dengan tekun, disiplin, dan senang hati.</p>
<p><strong>4. Pasar ada di sekitarmu</strong></p>
<p>Bingung cari pelanggan? jangan bingung. Jadkan orang-orang terdekat sebagai pelanggan utama. Siapa? Ayah, ibu, adik, kakak, tante, paman, pacar, teman dekat, dsb, dsb.</p>
<p>Percayalah, mereka bisa menjadi marketing gratisan jika mereka suka dengan produk kita.</p>
<p><strong>5. Berlatih-berlatih-berlatih</strong></p>
<p>Tingkatkan kemampuan dengan terus berlatih, terus belajar, terus cari informasi. Pengetahuan berkembang, jaman berkembang. Jangan sampai ketinggalan jaman.</p>
<p><strong>6. Cari Testimoni</strong></p>
<p>Kalau pelanggan suka, minta mereka membuat testimoni. Hal ini sudah dilakukan oara pedagang Minang sejak puluhan tahun lalu. Ingat dengan jargon &#8220;Jika anda puas, beritahu teman. Jika anda kecewa, beritahu kami&#8221; ? Itu namanya ngumpulin Testimoni.</p>
<p>Nah, begitu kira-kira rahasia Sukses yang saya simpulkan berdasarkan pengalaman teman saya pemilik Cafe di Bandung.</p>
<p>Semoga bermanfaat&#8230;</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://thiarthea.com/hobby-bisa-jadi-rejeki' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hobby bisa jadi Rejeki'>Hobby bisa jadi Rejeki</a> <small>Saya baru saja kembali dari Bandung dalam upaya melebarkan jaringan...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thiarthea.com/6-langkah-merubah-hobby-jadi-rejeki/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hobby bisa jadi Rejeki</title>
		<link>http://thiarthea.com/hobby-bisa-jadi-rejeki</link>
		<comments>http://thiarthea.com/hobby-bisa-jadi-rejeki#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 15:40:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thiar Thea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[hobby]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thiarthea.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Saya baru saja kembali dari Bandung dalam upaya melebarkan jaringan bisnis di sana. Salah satu prospek yang saya datangi adalah seorang pemilik salah satu Cafe di daerah sekitar ITB. Alhamdulillah, pembicaraan kami berbuah kesepakatan yang sangat positif. Namun bukan hal itu yang ingin saya ceritakan. Ada satu pelajaran baru yang saya petik dari hasil bincang-bincang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_74" class="wp-caption alignleft" style="width: 131px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-thumbnail wp-image-74" title="Hobby" src="http://thiarthea.com/wp-content/uploads/2009/10/Hobby-150x150.gif" alt="hobbyku" width="121" height="121" /></dt>
</dl>
</div>
<p>Saya baru saja kembali dari Bandung dalam upaya melebarkan jaringan bisnis di sana. Salah satu prospek yang saya datangi adalah seorang pemilik salah satu Cafe di daerah sekitar ITB.</p>
<p>Alhamdulillah, pembicaraan kami berbuah kesepakatan yang sangat positif. Namun bukan hal itu yang ingin saya ceritakan. Ada satu pelajaran baru yang saya petik dari hasil bincang-bincang kami selama lebih kurang 1 jam saja.</p>
<p><span id="more-37"></span></p>
<p>Seusai kami berbincang masalah bisnis, kami lanjutkan dengan obrolan-obrolan ringan sambil menikmati menu andalan mereka.</p>
<p>Saya sempat bertanya bagaimana kisah awal mulanya sampai mereka memutuskan untuk membuka Cafe yang saat ini menurut penglihatan saya sangat ramai pengunjungnya. Dan bukan hanya soal ramai, tapi Cafe ini sudah bertahan lebih kurang 10 tahun sejak pertama kali dibuka. Bukan main!</p>
<p>Sang pemilik menceritakan bahwa 10 tahun yang lalu mereka sebenarnya bingung mau bikin usaha apa. Beruntung mereka bertemu seorang sahabat bijak di Jakarta yang mampu merubah kehidupan mereka.</p>
<p>Sahabat bijak tersebut hanya bertanya &#8220;<em>Apa Hobby kalian ?</em>&#8221;</p>
<p>Pertanyaan tersebut dijawab cepat dengan &#8220;<em>Musik</em>&#8220;.</p>
<p>&#8220;<em>Selain itu apa lagi?</em>&#8221; tanya sang sahabat.</p>
<p>&#8220;<em>Makan</em>&#8220;, jawab mereka.</p>
<p>&#8220;<em>Lantas, kenapa kalian gak bikin Cafe aja? kalian hobby makan, pasti tau makanan enak itu seperti apa. Dan kalian hobby musik, tentunya bisa bikin suasana Cafe kalian jadi meriah</em>&#8220;.</p>
<p>Luar biasa. Jawaban singkat yang disampaikan dengan santai dan seolah tanpa dipikir itu ternyata benar-benar mampu merubah kehidupan mereka di masa datang.</p>
<p>Kembali ke bandung, tekad mereka bulat untuk membuka Cafe. Walaupun memang perjalanannya tidak mudah. Tapi keseriusan mereka dalam mencapai cita-cita merupakan modal yang sangat penting.</p>
<p>Sadar tidak memiliki pengetahuan yang cukup soal per-cafean, membuat mereka cukup berhati-hati. Bertanya ke sana-sini dan membaca berbagai buku tentang Cafe juga merupaka kunci sukses mereka.</p>
<p>Dan terbukti, 10 tahun mereka mampu bertahan di bisnis meriah ini.</p>
<p>Pelajaran yang bisa saya petik adalah, Kita seringkali tidak menyadari potensi yang sudah kita miliki sejak lama. Kita lebih suka meniru dan ikut-ikutan dengan bidang orang lain yang belum tentu cocok dengan kita.</p>
<p>Padahal jika ditekuni, fokus dan lebih kreatif, bahkan hobby kita dapat menjadi sumber Rejeki.</p>
<p>Dalam perjalanan kembali ke Jakarta, saya merenung dan berkata dalam hati. Terima kasih Ya Allah, telah engkau ingatkan aku untuk lebih mengenal diriku melalui orang-orang tadi. Terima kasih&#8230; Terima kasih&#8230;</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thiarthea.com/hobby-bisa-jadi-rejeki/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->