Hobby bisa jadi Rejeki
Saya baru saja kembali dari Bandung dalam upaya melebarkan jaringan bisnis di sana. Salah satu prospek yang saya datangi adalah seorang pemilik salah satu Cafe di daerah sekitar ITB.
Alhamdulillah, pembicaraan kami berbuah kesepakatan yang sangat positif. Namun bukan hal itu yang ingin saya ceritakan. Ada satu pelajaran baru yang saya petik dari hasil bincang-bincang kami selama lebih kurang 1 jam saja.
Seusai kami berbincang masalah bisnis, kami lanjutkan dengan obrolan-obrolan ringan sambil menikmati menu andalan mereka.
Saya sempat bertanya bagaimana kisah awal mulanya sampai mereka memutuskan untuk membuka Cafe yang saat ini menurut penglihatan saya sangat ramai pengunjungnya. Dan bukan hanya soal ramai, tapi Cafe ini sudah bertahan lebih kurang 10 tahun sejak pertama kali dibuka. Bukan main!
Sang pemilik menceritakan bahwa 10 tahun yang lalu mereka sebenarnya bingung mau bikin usaha apa. Beruntung mereka bertemu seorang sahabat bijak di Jakarta yang mampu merubah kehidupan mereka.
Sahabat bijak tersebut hanya bertanya “Apa Hobby kalian ?”
Pertanyaan tersebut dijawab cepat dengan “Musik“.
“Selain itu apa lagi?” tanya sang sahabat.
“Makan“, jawab mereka.
“Lantas, kenapa kalian gak bikin Cafe aja? kalian hobby makan, pasti tau makanan enak itu seperti apa. Dan kalian hobby musik, tentunya bisa bikin suasana Cafe kalian jadi meriah“.
Luar biasa. Jawaban singkat yang disampaikan dengan santai dan seolah tanpa dipikir itu ternyata benar-benar mampu merubah kehidupan mereka di masa datang.
Kembali ke bandung, tekad mereka bulat untuk membuka Cafe. Walaupun memang perjalanannya tidak mudah. Tapi keseriusan mereka dalam mencapai cita-cita merupakan modal yang sangat penting.
Sadar tidak memiliki pengetahuan yang cukup soal per-cafean, membuat mereka cukup berhati-hati. Bertanya ke sana-sini dan membaca berbagai buku tentang Cafe juga merupaka kunci sukses mereka.
Dan terbukti, 10 tahun mereka mampu bertahan di bisnis meriah ini.
Pelajaran yang bisa saya petik adalah, Kita seringkali tidak menyadari potensi yang sudah kita miliki sejak lama. Kita lebih suka meniru dan ikut-ikutan dengan bidang orang lain yang belum tentu cocok dengan kita.
Padahal jika ditekuni, fokus dan lebih kreatif, bahkan hobby kita dapat menjadi sumber Rejeki.
Dalam perjalanan kembali ke Jakarta, saya merenung dan berkata dalam hati. Terima kasih Ya Allah, telah engkau ingatkan aku untuk lebih mengenal diriku melalui orang-orang tadi. Terima kasih… Terima kasih…
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




