Luna Maya vs Infotainment
Beberapa hari terakhir ini acara TV dipenuhi dengan berita tentang kasus Luna Maya vs Infotainment. Membosankan. Tapi mau gimana lagi, pindah channel beritanya tetep sama. Terpaksa ikutan nonton. Lama-lama kok ya seru juga
Apalagi pas bagian testimoni artis-artis lain yang berkesan ‘cari aman’ dengan pernyataan bahwa artis sangat bergantung pada ‘belas kasihan’ infotainment. Terlihat sekali betapa Infotainment punya kekuasaan demikian tinggi dalam mengatur kehidupan seorang artis.
Sebenarnya seingat saya kasus perseteruan antara artis dengan wartawan gossip seperti ini sudah berkali-kali terjadi sejak jaman dahulu kala (waduh!). Bahkan kalau gak salah ada yang sempat sampai pukul-pukulan, merusak kamera milik wartawan atau minimal cuma teriak-teriak doank. Dan ujung-ujungnya selalu si artis yang harus terpaksa minta maaf gak perduli siapa yang benar dan siapa yang salah.
Bagaimana tidak? dalam dunia hiburan Infotainment adalah pemilik Monopoli berita yang sangat kuat. Dan karena kompaknya para wartawan gossip ini, jadi bisa dibilang ini sebuah model Monopoli Berjamaah yang sukses.
Infotainment mampu membentuk Brand seseorang, dan sebaliknya Infotainment juga mampu membunuh sebuah Brand. Hebat kan ?
Eits! tunggu dulu. Apa iya media infotainment masih segitu kuatnya ?
Di era new wave marketing sekarang ini terjadi pergeseran yang sangat signifikan.
Jika dulu artis yang berseteru dengan Infotainment tidak punya peluang untuk membela diri karena infotainment sudah menguasai seluruh Channel TV hingga pemirsa tidak mampu lagi membedakan mana berita benar dan mana berita bohong, sekarang tidak bisa begitu lagi.
Kembali ke kasus Luna Maya, kalau iseng liat di Google justru rating Luna Maya malah naik. Bahkan di facebook sudah ada group yang membela Luna Maya dengan lebih dari 10.000 pendukung. Dan sepertinya angka itu akan terus bertambah. Menariknya, banyak juga para jurnalis yang justru berpihak pada Luna Maya. Nah Lo!
Walaupun kasus Luna Maya vs Infotainment ini belum selesai, tapi ini merupakan bukti bahwa era satu arah yang biasa dilakukan infotainment sudah tidak sakti lagi.
Meski para pengusaha Infotainment ini ramai-ramai ikutan bikin website, tapi tetap saja mereka harus berhadapan dengan begitu banyaknya pesaing. Bukan hanya seratus dua ratus pesaing, tapi Infotainment harus berhadapan dengan jutaan member facebook, ribuan Bloggers dan ribuan milis. Setiap individu sudah bisa begitu bebas menyampaikan pendapat.
Artinya, para wartawan gossip sudah tidak bisa lagi cengeng dimana mereka begitu bebas meng-obrak-abrik kehidupan orang lain, tapi disaat si korban melawan langsung lari terbirit-birit sambil teriak-teriak dibalik jargon kebebasan pers.
Di era serba Connect sekarang ini untuk meruntuhkan Brand tidak segampang dulu lagi. Disaat sebuah opini publik dibangun dengan berita-berita penuh bumbu, seketika komunitas lain menandingi dengan opini yang berbeda.
Yang paling baik dilakukan adalah membangun Brand dengan jujur tanpa dibumbui sensasi. Karena disaat kebohongan terbuka, maka Brand ini akan hancur dengan sendirinya. Dan terbongkarnya kebohongan di era Online ini sangat cepat sekali terjadi.
Artis tidak perlu lagi takut dengan wartawan Gossip selama dia sungguh-sungguh berkarya dan terus membangun karakter positif hingga mampu menghasilkan komunitas yang kuat dan setia.
Infotainment tidak bisa lagi arogan dengan menganggap artis sangat bergantung pada mereka, karena sekarang tanpa merekapun jika memang artis ini punya karakter yang kuat dan punya komunitas yang setia maka artis tersebut akan tetap melaju ketingkat popularitas.
Yang terjadi adalah saling ketergantungan diantara artis dan infotainment. Jadi ketimbang saling arogan, saling berseteru, saling merasa penting, lebih baik berkolaborasi menghasilkan komoditi yang bisa diserap pasar.
Dan ujung-ujungnya kita sebagai pemirsa juga semakin nyaman karena tidak lagi dijejali dengan gossip-gossip murahan yang gak guna.
Saya bukan penggemar Luna Maya, dan saya juga bukan orang yang doyan nonton infotainment. Tapi belajar dari kasus Luna Maya, harus kita sadari bahwa saat ini untuk meningkatkan popularitas sebuah Brand gak perlu lagi mahal-mahal pake infotainment. Media Internet bisa menjadi alternatif yang sangat powerfull. Kalau kata Hermawan Kertajaya, Low Budget High Impact !
Salam Ajaib
karena selalu ada keajaiban setiap hari
?
Incoming search terms for the article:
- luna maya
- luna maya vs infotainment
- luna maya museum
- museum luna maya
- www luna maya com
- www luna maya
- kasus luna maya vs infotainment
- berita tentang luna maya
- pendapat kasus Luna Maya dengan wartawan
- you to be luna maya -ariel
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Comments (6)




Kedua pihak Luna & Pelaku infotainment masing2 harus introspeksi…Pelaku infotainment harusnya menjalani profesinya dg profesional & mematuhi aturan jurnalistik..tapi apapun alasannya Luna tetap salah krn kata2nya memang sangat kasar & bisa menyakiti hati pihak lain spt wartawan infotainment & keluarga wartawan itu di rumah..Luna mestinya berjiwa besar, jgn malu tuk minta maaf, justru orang yg berani meminta maaf akan lebih dihargai!!
Terima kasih untuk blog yang menarik
betul nie, capek ngikutin infotainment.
mas…mas…mbok cari kabar yang laen po’o g bosen emang baca infotemen seleb tyuzz, tu pasti artis cuma numpang tenoar doang.. sekedar saran aja ya.. tolong dong cari kabar tentang artis yang punya nilai positif n bisa jadi inspirasi..contohna artis-artis yang terjun diunia kemasyarakatan… ya.. buat menggugah ati nurani pejabat-pejabat yang cuma mikir diri sendiri gtu lah… thanks..
ni blog saya tolong kunjungi ya…
http://bobotattoo.blogspot.com/
http://bobohairstyle.blogspot.com/
http://bobofashion.blogspot.com/
n kalo bisa kita bisa tukeran link nanti tulis pesen aja di comen skalian alamat yang mau dilink
I can see that you are an expert at your field! I am launching a website soon, and your information will be very useful for me.. Thanks for all your help and wishing you all the success in your business.
hahaha, seru kali ya…